Sabtu, 26 Juli 2014

Sinarmas MSIG Life mulai perhatian ke syariah

Sinarmas MSIG Life mulai menitikberatkan perhatian pada unit usaha syariahnya. Unit yang berdiri sejak 2005 silam ini difokuskan sejak tahun lalu dan ditargetkan memberikan kontribusi tiga kali lipat dari realisasi tahun lalu yang hanya 3% terhadap total premi.

Direktur Utama Sinarmas MSIG Life menuturkan, pihaknya baru fokus syariah sejak tahun lalu, sejalan dengan perkembangan dan potensinya yang besar. "Kami ingin lebih serius dengan unit usaha kami ini," ujarnya ditemui KONTAN, Rabu (26/2).

Bentuk keseriusan perseroan, antara lain menjalin kerja sama baru dengan institusi keuangan asal Jerman untuk memasarkan produk asuransi syariah Sinarmas MSIG Life. Produk syariah itu nantinya akan ditawarkan ke masyarakat dengan pembayaran premi berkala.

Kontribusi preminya pun dipatok 10% dari total target premi perseroan yang berkisar Rp 13 triliun - Rp 14 triliun di akhir tahun nanti. Target ini terbilang agresif, mengingat pencapaian tahun lalu hanya 3% dari total premi yang sebesar Rp 9,8 triliun.
sumber :keuangan.kontan.co.id

Jumat, 25 Juli 2014

Sinarmas MSIG asuransi bermodal terbesar

Kesepakatan antara PT Asuransi Sinarmas dengan Mitsui Sumitomo Insurance Co Ltd, akan membuat PT Sinarmas Multiartha Tbk, menjadi perusahaan asuransi bermodal terbesar di Indonesia.

Menurut siaran pers PT Asuransi Jiwa Sinarmas di Jakarta, Senin, inti Kesepakatan antara kedua belah pihak adalah rencana penerbitan saham baru Asuransi Jiwa Sinarmas senilai Rp7 triliun (JPY 66,7 miliar) yang akan dibeli sepenuhnya oleh Mitsui Sumitomo Insurance Co Ltd.

Dengan demikian komposisi kepemilikan saham di Asuransi Jiwa Sinarmas adalah Sinarmas Multiartha Tbk, sebesar 50% dan sisanya dimiliki Mitsui Sumitomo Insurance Co Ltd.Jalinan kesepakatan itu akan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari Departemen Keuangan.

Asuransi Jiwa Sinarmas akan menjadi perusahaan utama dalam penyedia jasa perencanaan dan perlindungan keuangan di Indonesia dengan bergabungnya Mitsui Sumitomo Insurance Co Ltd, yang sudah mempunyai pengalaman global. Selain itu, perusahaan dapat memperkuat permodalan perusahaan dan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi dan memenangkan persaingan Global.

Modal Rp8,5 triliun, akan digunakan PT Asuransi Jiwa Sinarmas untuk ekspansi bisnis melalui semua lini usahanya, yaitu Agency, Bancassurance, Corporate, serta Direct & Telemarketing dan Electronic Distribution. Modal ini juga akan digunakan untuk menciptakan produk baru yang dibutuhkan semua lapisan masyarakat.

Di samping itu, perusahaan juga memprioritaskan peningkatan kemampuan pelayanan kepada seluruh pemegang polis (nasabah) dengan dukungan seluruh staff dan teknologi yang andal.Pendapatan premi Asuransi Jiwa Sinarmas pada 2010 mencapai Rp9,2 triliun, naik dari tahun 2009 hanya Rp7,1 triliun dan total aset perusahaan naik dari Rp7,84 triliun menjadi Rp11,45 triliun pada periode yang sama.

Ekuitas perseroan juga membaik menjadi Rp1,5 triliun dari Rp913 miliar dan total aset mencapai Rp11,45 triliun dari Rp7,84 triliun.Laba bersih naik menjadi Rp542,5 miliar dari sebelumnya Rp234 miliar. (gor/ant)

Sinarmas MSIG Life siap kuasai pasar indonesia

PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) menjadi kekuatan baru di industri asuransi jiwa nasional saat ini. Posisi perusahaan kini berada dalam jajaran atas perusahaan yang mendominasi perolehan premi industri asuransi jiwa.

Tahun ini Sinarmas MSIG Life membidik perolehan premi sebesar Rp 16,607 triliun dan laba sebesar Rp 2 triliun. Sementara asset perusahaan diharapkan bisa mencapai Rp 26,018 triliun dan ekuitas sebesar Rp 10,176 triliun.

Optimisme mematok target tersebut dilandasi pencapaian kinerja sepanjang 2011 yang ‘ciamik’. Tahun 2011, Sinarmas MSIG Life mencatat premi sebesar Rp 12,5 triliun tumbuh 34,9% dari pencapaian 2010 yang sebesar Rp 9,29 triliun. Hasil underwriting mencapai Rp 1,42 triliun, naik dari perolehan tahun 2010 yang tercatat sebesar Rp 688,87 miliar atau tumbuh 106,08%.

Laba perusahaan tercatat sebesar Rp 1,26 triliun, naik 132,5% dibandingkan 2010, sementara aset perusahaan naik 90,2% menjadi Rp 21,78 triliun. RBC perusahaan pun tercatat hingga 917,47% dari batas minimal 120% yang dipersyaratkan regulator.

Direktur Sinarmas MSIG Life IJ Soegeng Wibowo mengatakan, manajemen tentu memiliki keinginan dan usaha untuk menjadikan Sinarmas MSIG Life menjadi asuransi jiwa nomor satu dari sisi pencapaian premi. Karena itu, sejumlah langkah ekspansi usaha terus dilakukan tahun ini. Gunanya, selain mendorong peningkatan pendapatan, juga mengkonversi modal yang masih ‘idle’.

Beberapa langkah yang disiapkan tahun ini, kata Soegeng, meliputi penambahan jumlah agen  hingga 100%. Tahun 2011 tercatat sebanyak 5 ribu agen yang dimiliki Sinarmas MSIG Life. Penambahan jumlah agen ini sejalan dengan penambahan jumlah kantor cabang baru. Tahun ini akan ada penambahan 30 kantor baru. Demikian pula dengan penambahan kerjasama melalui bank (bancassurance).

Jalur distribusi lain yang akan dikembangkan meliputi direct marketing dan telemarketing, internet marketing, juga multi national corporation (MNC). Dari sisi produk, lanjut Soegeng, Sinarmas MSIG Life akan memperbanyak produk-produk tradisional dan produk-produk syariah. Sementara dari sisi teknologi perusahaan akan meningkatkan kemampuan sistem teknologi dan pengembangan penjualan lewat internet.

 Sinarmas MSIG Life pun akan mendorong pengembangan produk syariah secara lebih baik. Tahun 2011 divisi syariah menyumbang premi sebesar Rp 43 miliar, naik dari perolehan tahun 2010 sebesar Rp 26 miliar. “Tahun ini kami akan tingkatkan hingga 300% termasuk labanya, jadi diharapkan premi syariah bisa mencapai Rp 150 miliar,” urainya. (*)
sumber : investor.co.id

Sinarmas MSIG FWU perkuat penetrasi pasar syariah

Setelah sukses mengembangkan bisnis syariah di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Pakistan dan Malaysia beberapa tahun terakhir, FWU Insurance Group yang berkedudukan di Eropa memiliki pertumbuhan bisnis yang sangat menjanjikan hingga mampu merambah pasar di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. 

Selain Malaysia, belum lama ini FWU telah berhasil merumuskan Kesepakatan Kerjasama dengan PT. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life), perusahaan asuransi jiwa kedua terbesar di Indonesia dari sisi aset.

“Kami sangat terkesan dengan teknologi pendukung penjualan yang dimiliki FWU, demikian pula halnya dengan model investasi berbasis Quant yang memberikan peluang kepada pelanggan untuk dapat menikmati keuntungan investasi dari berbagai jenis produk syariah,” ungkap Johnson Chai, Direktur Utama Sinarmas MSIG Life. “Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi FWU dan kerja sama strategis dengan Sinarmas MSIG Life merupakan keberhasilan FWU untuk meningkatkan kontribusi kami bagi upaya promosi dan pengembangan asuransi syariah dan produk keuangan syariah di Indonesia. Kami menyediakan berbagai keahlian dalam sistem dan produk syariah yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia dengan populasi umat Muslim terbesar di dunia,” ujar Dr. Manfred J. Dirrheimer, Executive Chairman FWU Group.

FWU akan memberikan dukungan penuhnya guna memastikan kesuksesan pendistribusian produk unit link asuransi jiwa syariah oleh Sinarmas MSIG Life. Produk investasi syariah tersebut akan ditawarkan melalui jalur distribusi bancassurance. Dalam hal ini, sejumlah bank ternama telah diidentifikasi sebagai distributor potensial. Asuransi syariah telah mengalami perkembangan pesat di Indonesia sehingga permintaan dan kebutuhan akan produk asuransi jiwa syariah termasuk besar. Meskipun tingkat penetrasi asuransi di Indonesia tercatat hanya sebesar 2%, namun Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pasar yang luas dan berkembang pesat.

Oxford Business Group dalam laporannya berjudul “The Report, Indonesia 2013” mengungkapkan bahwa sejak tahun 2007, sektor asuransi Indonesia mencatat laju pertumbuhan majemuk tahunan (compounded annual growth rate/CAGR) premi bruto (gross written premium/GWP) sebesar 20% dan pertumbuhan aset sebesar 26% karena didukung oleh lajunya tingkat pertumbuhan ekonomi dan konsumsi domestik dalam beberapa dekade terakhir. Sementara pada tahun 2012, industri asuransi syariah Indonesia tumbuh pesat sebesar 26%, sedangkan industri asuransi hanya mampu mencatat pertumbuhan moderat sebesar 13%

Dalam hal ini, pasar asuransi syariah khususnya, berhasil mencatat laju pertumbuhan tahunan yang jauh lebih tinggi dibanding dengan asuransi konvensional. Laju pertumbuhan majemuk tahunan asuransi syariah dari tahun ke tahun sepanjang periode 2005 – 2011 meningkat 65%, dibanding pertumbuhan asuransi jiwa konvensional sebesar 26%. Ernst & Young dalam “Global Takaful Insights 2013” menjelaskan bahwa pasar Indonesia masih memiliki potensi untuk terus berkembang mengingat Indonesia merupakan pasar umat Muslim yang besar (87% dari total populasi) serta 250 juta jiwa yang belum seluruhnya terproteksi dilayani oleh industri perbankan syariah dengan nilai aset yang signifikan, yaitu US$16 miliar

Potensi pasar asuransi jiwa syariah Indonesia jelas lebih besar, terlebih bila dibanding dengan pasar Malaysia yang tingkat penetrasinya sebesar 32%. Perekonomian dan jumlah populasi Indonesia yang terus berkembang juga berarti bahwa Indonesia merupakan pangsa pasar terbesar di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. Mengacu pada data di atas, maka kehadiran FWU di pasar Indonesia saat ini dirasa tepat.

Sinarmas MSIG Life merupakan salah satu pelaku industri asuransi jiwa yang sudah berpengalaman dan memiliki pangsa pasar sebesar 12,4%. Sinarmas MSIG Life menawarkan berbagai macam produk, termasuk asuransi jiwa individu, kelompok dan syariah.

Sinarmas MSIG Life memiliki 118 kantor pemasaran yang tersebar di seluruh Indonesia dan melayani lebih dari 600 ribu nasabah.

“Kami sangat puas dengan terjalinnya kerjasama antara FWU dan Sinarmas MSIG Life. Kerjasama strategis ini merupakan “win win solution” di mana Sinarmas MSIG Life berkesempatan mengoptimalkan keahlian yang ditawarkan FWU dalam pengaplikasian digital dan investasi syariah. Sementara itu, FWU akan didukung oleh nama besar Sinarmas MSIG Life, pemahaman mengenai kondisi pasar asuransi lokal serta nasabah loyalnya,” kata Sohail Jaffer, Deputi CEO dari FWU Global Takaful Solutions.

Melalui sistem penjualan dan administrasinya, FWU akan menyediakan dukungan teknis kepada Sinarmas MSIG Life dan mitra perbankannya untuk mempermudah dan memperkuat sistem pendistribusian produk asuransi jiwa syariah ke nasabah menggunakan sistem aplikasi online di seluruh cabang mitra perbankan.

Kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan eksistensi asuransi jiwa syariah di Indonesia, terutama pertumbuhan produk unit link. Sebagai permulaan, Sinarmas MSIG Life menargetkan 30.000 polis unit link baru dalam tiga tahun pertama masa kerja sama dengan FWU. [ardi]
sumber : neraca.co.id 

Sinarmas Msig life syariah kian cerah

Kepala Divisi Syariah dan Pensiun Sinarmas MSIG Life,  bahwa bisnis asuransi syariah tetap moncer di 2014. “Saya yakin perkembangan asuransi syariah akan meningkat dibanding tahun lalu,” kata dia kepada LIFESTYLE di kantornya.

 Peluang asuransi syariah di Indonesia terbuka lebar karena populasi muslim sekitar 80 persen dari 250 juta penduduk. Jumlah yang besar tersebut baru tergarap sekitar dua persen saja. Sedangkan total aset asuransi syariah pada tahun 2012 hanya 3,7 persen dibanding asuransi konvensional. Di sinilah terdapat ruang yang longgar untuk mengembangkan asuransi syariah.

Di Indonesia, produk asuransi syariah sudah menjamur. Saat ini, sudah terdapat 5 full fledged perusahaan asuransi syariah, 40 perusahaan asuransi dengan unit syariah dan 3 perusahaan reasuransi dengan unit syariah. Maraknya pertumbuhan keuangan dan industri syariah turut mendorong keuangan nasional. Terbukti lembaga bisnis syariah tetap kokoh di tengah krisis moneter yang melanda.

Maraknya bisnis asuransi syariah membikin persaingan kian sengit. Untuk itu Sinarmas MSIG Life Syariah telah menyiapkan berbagai strategi. Antara lain penguatan branding, memperluas distribusi, serta penetrasi ke daerah yang basis muslimnya besar. Kini nasabah terbanyak masih dipegang Jakarta dan Jawa Timur. Nanti Jawa Tengah akan digarap secara serius. Memang mayoritas penyebaran produk SMiLe Syariah masih di Jawa dan sebagian Sumatra.
Dalam meningkatkan penjualan, Sinarmas MSIG Life Syariah bekerja sama lembaga-lembaga keislaman. 
 
Biro perjalanan haji juga dijadikan mitra untuk memasarkan produk-produknya. “Kerjasama dengan pihak ketiga cukup efektif. Karena mereka bisa mengenal secara detil produk-produk kita. Kalau tertarik bisa langsung membeli,” ujar alumni Thames Commerce School Singapura ini.

Produk-produk syariah dari Sinarmas MSIG Life cukup beragam. Seperti asuransi pendidikan, kesehatan, pensiun dan perlindungan. Penguatan produk disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Bila ada produk yang banyak diminati masyarakat, maka produk itulah yang akan terus dipacu.

Produk Sinarmas MSIG Life Syariah yang paling diminati adalah unit link. Unit link merupakan produk asuransi jiwa yang mengandung unsur investasi. Produk ini sangat menarik. “Karena produk Sinarmas MSIG Life Syariah dengan sistem syariah dalam transaksinya mengutamakan keadilan, transparansi dan menguntungkan bagi semua pihak, maka produk tersebut diminati oleh setiap kalangan tanpa memandang agama yang dianut. Inilah yang membuktikan bahwa sistem syariah menjadi rahmatan lil’alamin (berkah untuk seluruh alam),” tandas Rizky.

Maka kinerja keuangan unit syariah Sinarmas MSIG Life semakin meningkat. Selama lima tahun terakhir, pertumbuhan kontribusi bruto Sinarmas MSIG Life Syariah baru mencapai 120 persen. Namun dengan strategi pemasaran anyar, Rizky yakin grafik penjualan polis asuransi jiwa Sinarmas MSIG Life Syariah pada tahun ini akan naik 300 persen. Keyakinan itu logis jika melihat peningkatan laba sebesar 20 persen atau Rp. 27 milyar pada tahun 2013 dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan penerimaan premium income naik sebesar 40% menjadi Rp. 258 milyar pada periode yang sama.  

Sinarmas tingkatkan kontribusi syariah 300 persen

Perusahaan Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Life akan meningkatkan kontribusi bisnis syariah hingga tiga kali lipat atau 300 persen pada 2014.Kami sudah fokus ke bisnis syariah sejak 2013 ditandai dengan ada tim khusus," kata Direktur Utama Sinarmas MSIG Life, Johnson Chai dalam peluncuran produk-produk asuransi reguler Sinarmas MSIG SMiLe Series di Jakarta, Rabu.

Johnson mengatakan kontribusi asuransi syariah Sinarmas MSIG Life mencapai sekitar tiga persen hingga akhir 2013.Sinarmas MSIG Life juga bekerjasama dengan sebuah perusahaan keuangan di Jerman untuk mengembangkan bisnis asuransi syariah.

"Jalur distribusi produk kami 80 persen melalui Bancassurance, 18 persen dari agen, serta dua persen dari telemarketing dan lainnya," katanya.Sinarmas MSIG Life juga akan menigkatkan kapasitas jalur distribusi dari agensi hingga mencapai 20 persen pada 2014.

"Pada 2014, kualitas agen penjual kami akan ditingkatkan dan jumlahnya akan menjadi 10.000 agen produktif," katanya.Sinarmas MSIG Life, lanjut Johnson, juga menargetkan perolehan 150.000 peserta asuransi baru baik individu ataupun kelompok untuk semua produk pada 2014.

Johnson menambahkan jumlah kantor pemasaran Sinarmas MSIG Life mencapai 118 pada awal 2014.Pada akhir Desember 2013, Sinarmas MSIG Life membukukan pendapatan Rp9,8 triliun dengan jumlah nasabah individu dan kelompok mencapai 600 ribu nasabah dan rasio solvabilitas mencapai 1,226 persen.

Perusahaan asuransi beraset Rp19,03 triliun itu mempunyai jalur distribusi di Bancassurance, agen asuransi, telemarketing, perusahaan-perusahaan sebagai agen penjualan kolektif dan konsultan keuangan.
Sumber : antaranews.com
Editor: Tasrief Tarmizi

MSIG Life syariah berniat tambah jaringan distribusi

Sinarmas MSIG Life Syariah  berniat menambah jaringan distribusi melalui perbankan syariah. Hal itu bertujuan ntuk memperbanyak kontribusi asuransi syariah terhadap pendapatan premi konsolidasi perusahaan.

"Kami berencana mengandeng perbankan syariah untuk penyaluran asuransi syariah, kita harapkan kontribusi asuransi syariah terhadap pendapatan premi naik dari 3 persen pada tahun lalu, menjadi 10 persen, pada tahun ini," jelas Presiden Direktur Sinarmas MSIG Life, Johnson Chai, Rabu (26/2/2014).

Ia juga mengatakan sedang mengincar kerjasama dengan berbagai perbankan baik yang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta. Kerjasama ini untuk memperluas akses dari distribusi bancassurance yang mencapai 80 persen.

Diharapkan akan meningkat dengan penyaluran melalui bancassurance," katanya.Sebagai informasi, pada 2014 premi asuransi Sinarmas MGIS Life ditargetkan tumbuh 30 persen dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 9,8 triliun. Untuk mencapai ini, setiap lini bisnis akan digenjot dan setiap jalur distribusi akan dioptimalkan.

Sinarmas MSIG Life perkuat unit syariah

Perusahaan Sinarmas MSIG Life meluncurkan program sosial nasabah ‘Berbagi Sesama’ seiring terus bertambahnya raihan pangsa pasar (market share) industri asuransi syariah di Indonesia.
 
Program yang diinisiasi oleh Unit Usaha Syariah Sinarmas MSIG Life ini akan menjadikan Sinarmas MSIG Life sebagai perusahaan asuransi jiwa pertama di Indonesia yang menawarkan manfaat lengkap kepada nasabah, yaitu kesempatan untuk berbagi kepada sesama disamping manfaat perlindungan dan investasi.

“Pertumbuhan market share asuransi syariah setiap tahunnya selalu menunjukkan hasil yang positif dengan rata-rata 5-10 persen," kata Kepala Divisi Syariah dan Pensiun Sinarmas MSIG Life, Rizky Pandu Pribadi sepeti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/7).

Mayoritas muslim dan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk mengelola uang dengan sistem syariah.
"Selain itu, banyaknya kegiatan filantropi di Indonesia dan kuatnya solidaritas antarsesama, menjadi latar belakang diluncurkannya program Berbagi Sesama,” kata dia.

Sinarmas MSIG Life menggandeng empat mitra lembaga filantropi terkemuka yakni Eka Tjipta Foundation (Yayasan Dharma Eka Tjipta Widjaja), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dompet Dhuafa dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Pada Program Sosial Nasabah ‘Berbagi Sesama’, Sinarmas MSIG Life bersama empat organisasi tersebut akan memberikan fasilitas tambahan untuk melakukan pembayaran zakat, infaq, hewan kurban dan donasi kepada para nasabah yang memiliki produk unit link Syariah berpremi reguler yakni: SMiLe Link 99 Syariah, SMiLE Link 88 Syariah, SMiLe Link Syariah dan produk regular unit link syariah lainnya.

Dalam prosesnya, nasabah adalah donator dan menunjuk Unit Usaha Syariah Sinarmas MSIG Life sebagai wakil donatur serta memiliki polis syariah untuk berinvestasi. Selanjutnya mengisi form kepesertaan program sosial nasabah untuk melakukan transfer dana keperluan sesuai keinginan nasabah. Setelah itu nasabah akan menerima laporan penyaluran dari lembaga sosial yang ditunjuk.

“Dengan memiliki akses yang cepat serta skala nasional, masyarakat diberikan pilihan untuk memberikan donasi sesuai dan tepat dengan keinginannya tanpa halangan dan tertunda,” ujar Rizky.
Presiden Direktur Sinarmas MSIG Life sebelumnya menyatakan, saat ini kontribusi produk asuransi mikro syariah tercatat sekitar 33 persen dari total kontribusi Unit Usaha Syariah Sinarmas MSIG Life.
Sumber:PR

Luncurkan program sosial nasabah

PT Sinarmas MSIG Life meluncurkan Program Sosial Nasabah 'Berbagi Sesama' yang menawarkan kesempatan berbagi disamping manfaat perlindungan dan investasi.

"Dua hal yang menjadi pondasi utama gagasan program ini adalah pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia yang menonjol serta meningkatnya solidaritas sesama untuk melakukan derma/beramal," kata Kepala Divisi Syariah dan Pensiun Sinarmas MSIG Life Rizky Pandu Pribadi dalam keterangan tertulisnya.

Pertumbuhan pangsa asuransi syariah setiap tahunnya selalu menunjukkan hasil yang positif dengan rata-rata lima sampai 10 persen.

Hal tersebut, lanjutnya, yang ditopang oleh populasi Indonesia yang mayoritas Muslim dan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk pengelolaan uang dengan penerapan sistem syariah.

Selain itu, banyaknya kegiatan filantropi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dan kuatnya solidaritas antarsesama, menjadi latar belakang diluncurkannya program Berbagi Sesama," kata Rizky.Dalam menyukseskan program ini, tambah Rizky, Sinarmas MSIG Life menggandeng empat mitra lembaga filantropi terkemuka yakni Eka Tjipta Foundation (Yayasan Dharma Eka Tjipta Widjaja), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Dompet Dhuafa dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Pada Program Sosial Nasabah `Berbagi Sesama', perusahaan bersama empat organisasi tersebut akan memberikan fasilitas tambahan untuk melakukan pembayaran zakat, infaq, hewan kurban dan donasi kepada para nasabah yang memiliki produk unit link Syariah berpremi reguler.

Rizky mengatakan, dalam prosesnya, nasabah adalah donator dan menunjuk Unit Usaha Syariah Sinarmas MSIG Life sebagai wakil donatur serta memiliki polis syariah untuk berinvestasi, selanjutnya mengisi form kepesertaan program sosial nasabah untuk melakukan transfer dana keperluan sesuai keinginan nasabah.

"Dengan memiliki akses yang luas dan cepat serta skala nasional, masyarakat diberikan pilihan untuk dapat melakukan kontribusi pemberian donasi sesuai dan tepat dengan keinginannya tanpa halangan dan tertunda," ujar Rizky.

Sementara itu, kinerja performa Sinarmas MSIG Life menunjukkan hasil yang positif pada 2014, di mana pertumbuhan bisnis syariah mencapai 60 persen pada kuartal I 2014 dan untuk pembagiannya, premi bisnis syariah tumbuh sekitar 83 persen pada semester pertama.

Presiden Direktur Sinarmas MSIG Life  mengatakan optimistis menatap masa depan asuransi syariah di Indonesia. Saat ini, kontribusi produk asuransi mikro syariah tercatat sekitar 33 persen dari total kontribusi Unit Usaha Syariah Sinarmas MSIG Life.

"Dengan optimisme pangsa pasar yang semakin berkembang, produktivitas asuransi mikro Unit Usaha Syariah ditargetkan dapat memberikan kontribusi antara 40-50 persen hingga akhir tahun 2014. Dengan diluncurkannya program ini kami percaya diri dan positif dapat mencapai target tersebut," ujar Johnson. [mad
sumber : skala news

Hubungi kami